Movement-Based Learning untuk Tumbuh Kembang Anak di Kidsland Penagreen School Solo
- Kids Land Penagreen School

- Jan 5
- 3 min read
Setiap anak memiliki cara belajar yang unik. Pada usia dini, proses belajar tidak selalu efektif jika hanya dilakukan dengan duduk diam dan mendengarkan. Anak justru belajar paling baik ketika tubuh dan pikirannya bergerak bersama. Inilah yang menjadi dasar dari pendekatan movement-based learning dalam pendidikan anak usia dini.
Movement-based learning menempatkan gerakan sebagai bagian alami dari proses belajar. Anak belajar melalui aktivitas fisik, eksplorasi, dan pengalaman langsung yang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya.
Apa Itu Movement-Based Learning
Movement-based learning adalah pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan gerakan tubuh ke dalam aktivitas belajar sehari-hari. Gerakan tidak berdiri sendiri sebagai aktivitas fisik semata, tetapi menjadi sarana untuk membantu anak memahami lingkungan, mengembangkan keterampilan, dan membangun kepercayaan diri.
Melalui gerakan, anak belajar mengenali tubuhnya, mengatur koordinasi, serta memahami konsep dasar seperti arah, ruang, dan ritme. Pendekatan ini sangat relevan untuk anak usia dini yang secara alami memiliki kebutuhan besar untuk bergerak.
Mengapa Gerakan Penting dalam Proses Belajar Anak
Gerakan memiliki peran penting dalam perkembangan otak anak. Saat anak bergerak, berbagai area otak bekerja secara bersamaan. Hal ini membantu memperkuat koneksi saraf yang berpengaruh pada kemampuan fokus, memori, dan pengendalian diri. Anak yang diberi kesempatan bergerak secara terarah cenderung lebih siap untuk menerima pembelajaran lain. Mereka lebih mampu mengikuti instruksi, lebih tenang saat beraktivitas, dan lebih percaya diri dalam mencoba hal baru. Movement-based learning juga membantu anak menyalurkan energi secara positif, sehingga proses belajar terasa lebih menyenangkan dan tidak menekan.
Bentuk Movement-Based Learning untuk Anak Usia Dini
Movement-based learning tidak harus berupa aktivitas yang rumit. Pendekatan ini dapat diterapkan melalui kegiatan sederhana yang dikemas dalam suasana bermain.
Beberapa contoh aktivitas movement-based learning antara lain:
Gerakan mengikuti lagu dan irama
Aktivitas keseimbangan sederhana
Permainan yang melibatkan koordinasi tangan dan kaki
Eksplorasi ruang melalui berjalan, merangkak, dan melompat
Aktivitas peregangan ringan yang dilakukan bersama
Aktivitas seperti ini membantu anak mengembangkan motorik kasar, koordinasi, dan kesadaran tubuh secara bertahap. Prinsipnya sejalan dengan pendekatan pengembangan keseimbangan dan koordinasi yang umum digunakan dalam stimulasi fisik anak usia dini.
Movement-Based Learning di Kidsland Penagreen School Solo
Di Kidsland Penagreen School Solo, movement-based learning diterapkan sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran holistik, khususnya sejak baby class. Aktivitas gerak tidak dipisahkan dari proses belajar, melainkan terintegrasi dalam rutinitas harian anak.
Anak diajak bergerak melalui permainan, aktivitas kelompok, dan kegiatan yang dipadukan dengan musik. Musik membantu anak mengikuti ritme, mengatur tempo gerakan, dan merasa lebih percaya diri saat bergerak.
Instruksi diberikan secara natural dalam suasana bilingual, sehingga anak terbiasa mendengar dan merespons bahasa Inggris dalam konteks sehari-hari. Pendekatan ini membantu anak belajar secara menyeluruh, baik secara fisik, emosional, maupun sosial.
Setiap anak didorong untuk bergerak sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Fokus utama bukan pada hasil, tetapi pada proses dan kenyamanan anak selama belajar.
Dampak Movement-Based Learning terhadap Tumbuh Kembang Anak
Movement-based learning memberikan dampak positif yang luas bagi anak usia dini. Secara fisik, anak berkembang dengan koordinasi dan keseimbangan yang lebih baik. Secara emosional, anak menjadi lebih percaya diri dan mampu mengelola perasaan dengan lebih stabil.
Selain itu, anak juga belajar bersosialisasi melalui aktivitas gerak bersama teman. Mereka belajar menunggu giliran, mengikuti aturan sederhana, dan bekerja sama dalam kelompok kecil. Pendekatan ini membantu membentuk kesiapan anak untuk tahap pendidikan selanjutnya, di mana fokus, disiplin, dan kemampuan mengikuti instruksi menjadi semakin penting.
Peran Sekolah dan Orang Tua dalam Mendukung Movement-Based Learning
Movement-based learning akan memberikan hasil optimal jika didukung oleh lingkungan belajar yang tepat. Sekolah memiliki peran penting dalam menyediakan aktivitas yang aman, terarah, dan sesuai usia.
Orang tua juga dapat mendukung pendekatan ini dengan memberikan ruang bagi anak untuk bergerak di rumah dan memahami bahwa gerakan adalah bagian penting dari proses belajar, bukan sekadar aktivitas pengisi waktu.
Kolaborasi antara sekolah dan orang tua membantu memastikan anak tumbuh secara seimbang dan mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna.
Menumbuhkan Anak Aktif dan Percaya Diri Sejak Dini
Movement-based learning bukan sekadar metode pembelajaran, tetapi pendekatan yang menghargai cara alami anak dalam belajar dan berkembang. Melalui gerakan, anak membangun fondasi fisik, mental, dan emosional yang kuat.
Kidsland Penagreen School Solo berkomitmen untuk menghadirkan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Dengan mengintegrasikan movement-based learning sejak usia dini, Kidsland Penagreen membantu anak tumbuh aktif, percaya diri, dan siap menghadapi tahap belajar berikutnya.
Orang tua dapat mengenal lebih dekat metode pembelajaran di Kidsland Penagreen School Solo dengan menjadwalkan kunjungan sekolah atau mengikuti sesi trial. Tim kami siap mendampingi orang tua dalam memilih program terbaik bagi perkembangan anak.


Comments