top of page

Bagaimana Music Based Learning Membantu Anak Lebih Aktif dalam Proses Belajar?

Banyak orang tua berharap anak dapat aktif saat belajar.

Namun, aktif bukan berarti anak harus selalu bergerak tanpa henti, berbicara terus menerus, atau terlihat sangat ramai di dalam kelas.

Anak yang aktif dalam proses belajar adalah anak yang terlibat.

Mereka memperhatikan.

Mereka merespons.

Mereka mencoba.

Mereka bertanya.

Mereka bergerak.

Dan yang tidak kalah penting, mereka memiliki kesempatan untuk ikut mengambil bagian dalam pengalaman belajar.

Di sinilah pendekatan Music Based Learning dapat memberikan peran yang menarik.

Musik dapat membantu mengubah pengalaman belajar dari sesuatu yang hanya didengarkan menjadi sesuatu yang dapat dirasakan, diikuti, dan dilakukan oleh anak.

 

Mengapa Anak Perlu Aktif dalam Proses Belajar?

Setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam menerima pengalaman belajar.

Ada anak yang nyaman mendengarkan.

Ada yang lebih cepat memahami ketika melihat contoh.

Ada pula yang lebih mudah terlibat ketika mereka dapat melakukan sesuatu secara langsung.

Karena itu, proses belajar anak tidak selalu efektif jika hanya berlangsung satu arah.

Ketika anak hanya duduk dan menerima informasi dalam waktu yang lama, perhatian mereka dapat mulai berpindah.

Sebaliknya, ketika anak diajak untuk ikut merespons, bergerak, bernyanyi, mencoba, atau berinteraksi, mereka memiliki kesempatan untuk terlibat lebih langsung dalam proses tersebut.

Keterlibatan inilah yang menjadi salah satu dasar dari pembelajaran aktif.

Anak bukan hanya menjadi pendengar.

Mereka menjadi bagian dari pengalaman belajar.

 

Music Based Learning Mengajak Anak untuk Berpartisipasi

Salah satu kekuatan musik adalah sifatnya yang mengundang respons.

Ketika anak mendengar sebuah lagu, mereka sering kali secara alami mulai mengikuti.

Mereka menggerakkan tubuh.

Menepuk tangan.

Mengikuti ritme.

Menyanyikan bagian yang mereka ingat.

Atau merespons perubahan suara dan tempo.

Respons tersebut membuat anak tidak hanya menerima stimulasi secara pasif.

Mereka ikut berpartisipasi.

Dalam pendekatan Music Based Learning, musik dapat digunakan sebagai pintu masuk untuk melibatkan anak dalam berbagai aktivitas belajar.

Misalnya, anak tidak hanya diminta mengingat sesuatu.

Mereka dapat mengenalnya melalui lagu.

Anak tidak hanya diminta mengikuti instruksi.

Mereka dapat merespons instruksi melalui ritme dan gerakan.

Proses seperti ini membuat pengalaman belajar menjadi lebih hidup.

 

Anak Belajar Lebih dari Sekadar Duduk dan Mendengarkan

Pendidikan anak usia dini memiliki karakter yang berbeda dengan pembelajaran pada usia yang lebih besar.

Anak berada dalam tahap perkembangan yang membutuhkan banyak pengalaman langsung.

Mereka ingin mencoba.

Menyentuh.

Bergerak.

Mengamati.

Dan berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya.

Karena itu, belajar tidak selalu harus identik dengan duduk diam dalam waktu lama.

Anak tetap dapat belajar ketika mereka bergerak.

Mereka dapat belajar ketika mengikuti pola.

Mereka dapat belajar ketika bernyanyi.

Mereka dapat belajar ketika bermain bersama.

Yang terpenting adalah aktivitas tersebut memiliki tujuan dan menjadi bagian dari pengalaman belajar yang terarah.

Di sinilah musik dapat membantu menghubungkan aktivitas dengan proses pembelajaran.

 

Musik dan Ritme Membantu Menciptakan Respons Aktif

Ritme secara alami mengajak tubuh untuk merespons.

Ketika mendengar ketukan, anak mungkin mulai bertepuk tangan.

Ketika tempo berubah, gerakan mereka dapat berubah.

Ketika sebuah lagu memiliki pola yang berulang, anak mulai mencoba mengikuti pola tersebut.

Aktivitas sederhana seperti ini sebenarnya melibatkan banyak bentuk keterlibatan.

Anak mendengarkan.

Kemudian memperhatikan.

Lalu memproses apa yang mereka dengar.

Setelah itu, mereka memberikan respons.

Proses tersebut membuat anak terlibat secara lebih aktif dibandingkan hanya menerima informasi tanpa melakukan apa pun.

Inilah salah satu alasan mengapa musik dapat menjadi media yang menarik dalam pengalaman belajar anak.

 

Musik Membantu Mengubah Instruksi Menjadi Pengalaman

Bayangkan seorang anak hanya mendengar instruksi:

“Sekarang berdiri.”

“Kemudian tepuk tangan.”

“Lalu bergerak ke kanan.”

Anak tentu dapat mengikuti instruksi tersebut.

Namun, pengalaman yang sama dapat terasa berbeda ketika dikombinasikan dengan musik dan ritme.

Anak mulai mengikuti pola.

Menunggu bagian tertentu.

Merespons perubahan.

Dan bergerak bersama.

Instruksi tidak lagi hanya terdengar sebagai perintah.

Instruksi berubah menjadi bagian dari sebuah aktivitas.

Bagi anak, pendekatan seperti ini dapat membuat proses belajar terasa lebih menarik dan lebih mudah diikuti.

Bukan karena semua hal harus selalu dibuat menjadi lagu.

Tetapi karena musik dapat membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih partisipatif.

 

Ketika Anak Terlibat, Mereka Memiliki Kesempatan untuk Mencoba

Pembelajaran aktif tidak hanya berarti anak melakukan banyak aktivitas.

Yang lebih penting adalah anak memiliki kesempatan untuk terlibat secara bermakna.

Dalam kegiatan berbasis musik, anak dapat mencoba mengikuti ritme.

Kemudian mereka dapat mencoba lagi ketika belum berhasil.

Mereka dapat mendengarkan teman.

Mereka dapat menunggu giliran.

Mereka dapat memberikan respons.

Mereka dapat mengikuti aktivitas bersama.

Proses seperti ini membuat anak tidak hanya menerima materi.

Mereka mengalami proses belajar.

Setiap pengalaman kecil memberikan kesempatan bagi anak untuk membangun keterlibatan dan kepercayaan diri.

 

 

 

 

Music Based Learning Dapat Membantu Anak yang Sulit Terlibat

Setiap anak memiliki tingkat kenyamanan yang berbeda.

Ada anak yang mudah langsung mengikuti kegiatan.

Ada pula yang membutuhkan waktu untuk mengamati terlebih dahulu.

Anak yang lebih pendiam bukan berarti tidak tertarik belajar.

Mungkin mereka membutuhkan pendekatan yang membuat mereka merasa lebih nyaman untuk ikut terlibat.

Musik dapat menjadi salah satu jembatan.

Seorang anak mungkin belum siap berbicara di depan kelas.

Namun, ia mungkin bersedia mengikuti tepukan tangan bersama teman.

Anak lain mungkin belum percaya diri untuk menunjukkan ide secara verbal.

Namun, ia dapat mulai merespons melalui gerakan.

Dari keterlibatan kecil, anak dapat perlahan membangun rasa percaya diri untuk mengambil bagian dalam aktivitas berikutnya.

Tentu setiap anak tetap memiliki kebutuhan dan proses perkembangan yang berbeda.

Karena itu, pendekatan pembelajaran perlu memberikan ruang bagi anak untuk terlibat sesuai tahap kesiapan mereka.

 

Aktivitas Bersama Membantu Anak Belajar Berinteraksi

Music Based Learning juga dapat menciptakan pengalaman belajar yang dilakukan bersama.

Anak mendengarkan musik yang sama.

Mengikuti ritme bersama.

Menyanyikan lagu.

Atau menciptakan gerakan dalam sebuah kelompok.

Di dalam aktivitas tersebut, anak belajar bahwa mereka bukan satu satunya orang dalam proses belajar.

Mereka perlu memperhatikan orang lain.

Menunggu giliran.

Mengikuti kesepakatan sederhana.

Dan merespons teman.

Keterlibatan sosial seperti ini menjadi bagian penting dalam pengalaman belajar.

Musik tidak hanya menjadi aktivitas individual.

Dalam konteks yang tepat, musik dapat menjadi media untuk membangun interaksi dan kerja sama.

 

Anak Aktif Bukan Berarti Kelas Harus Selalu Ramai

Ini juga penting untuk dipahami.

Pembelajaran aktif bukan berarti kelas harus selalu penuh suara dan gerakan.

Ada saat ketika anak aktif mendengarkan.

Ada saat ketika mereka aktif mengamati.

Ada saat ketika mereka bergerak.

Ada pula saat ketika mereka berefleksi terhadap pengalaman yang baru dilakukan.

Aktif dalam belajar berarti anak memiliki keterlibatan.

Bukan sekadar aktivitas fisik.

Karena itu, Music Based Learning yang baik juga membutuhkan keseimbangan.

Ada waktu untuk mendengarkan.

Ada waktu untuk mengikuti.

Ada waktu untuk mencoba.

Dan ada waktu untuk mengekspresikan diri.

Dengan keseimbangan tersebut, musik dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar yang terarah, bukan sekadar hiburan di dalam kelas.

 

Bagaimana Music Based Learning Terhubung dengan Movement Based Learning?

Musik sering kali secara alami terhubung dengan gerakan.

Anak mendengar ritme.

Tubuh memberikan respons.

Kemudian gerakan menjadi bagian dari pengalaman.

Hubungan inilah yang membuat Music Based Learning dan Movement Based Learning dapat saling memperkuat.

Musik memberikan pola dan stimulus.

Gerakan memberikan kesempatan kepada anak untuk merespons secara langsung.

Ketika keduanya digunakan secara terarah, anak tidak hanya mendengarkan atau melihat.

Mereka ikut melakukan.

Di Kidsland Penagreen School Solo, keterhubungan antara musik, gerakan, kreativitas, dan aktivitas belajar menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran yang ingin memberikan pengalaman lebih aktif bagi anak.

Anak diberikan kesempatan untuk belajar melalui berbagai bentuk pengalaman, sesuai dengan semangat Music Based Learning dan Happy Learning.

 

Keterlibatan Aktif Membantu Anak Menikmati Proses Belajar

Ketika anak merasa menjadi bagian dari sebuah aktivitas, pengalaman belajar dapat terasa berbeda.

Mereka tidak hanya menunggu instruksi berikutnya.

Mereka tahu bahwa dirinya akan melakukan sesuatu.

Mengikuti.

Merespons.

Mencoba.

Berinteraksi.

Rasa terlibat ini dapat membantu anak membangun hubungan yang lebih positif dengan proses belajar.

Anak tidak selalu harus memahami semuanya dengan sempurna.

Namun, pengalaman positif dapat membantu mereka lebih terbuka untuk mencoba.

Bagi anak usia dini, kemauan untuk terlibat adalah bagian penting dari perjalanan belajar.

Karena sebelum anak dapat berkembang melalui proses yang lebih kompleks, mereka terlebih dahulu perlu memiliki kesempatan untuk merasa tertarik dan terlibat.

 

Peran Mentor Sangat Penting dalam Pembelajaran Aktif

Musik sendiri tidak secara otomatis membuat pembelajaran menjadi lebih baik.

Cara mentor menggunakan musik tetap menjadi hal yang sangat penting.

Mentor perlu memahami kapan musik digunakan.

Apa tujuan aktivitasnya.

Bagaimana anak dilibatkan.

Dan bagaimana aktivitas tersebut disesuaikan dengan tahap perkembangan anak.

Mentor juga perlu melihat respons setiap anak.

Ada anak yang langsung antusias.

Ada yang membutuhkan contoh.

Ada yang perlu waktu.

Karena itu, pembelajaran aktif bukan hanya soal menyediakan banyak aktivitas.

Pembelajaran aktif membutuhkan pendampingan yang tepat.

Anak diberi kesempatan untuk mengeksplorasi, tetapi tetap berada dalam lingkungan belajar yang terarah dan suportif.

 

Music Based Learning dalam Semangat Happy Learning

Di Kidsland Penagreen School Solo, Happy Learning bukan berarti proses belajar hanya berisi kegiatan yang menyenangkan tanpa tujuan.

Happy Learning adalah bagaimana anak dapat menjalani proses belajar dalam lingkungan yang membuat mereka nyaman untuk terlibat.

Musik menjadi salah satu media yang dapat mendukung pengalaman tersebut.

Melalui musik, anak dapat:

Lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan

Belajar melalui ritme, suara dan gerakan

Mengekspresikan diri

Berinteraksi dengan teman

Mencoba berbagai aktivitas

Menikmati proses belajar dengan cara yang sesuai dengan dunia anak

Pendekatan ini memperkuat positioning Kidsland Penagreen School Solo sebagai sekolah yang mengembangkan pengalaman belajar melalui Music Based Learning, kreativitas, aktivitas, dan Happy Learning.

 

Kesimpulan

Jadi, bagaimana Music Based Learning membantu anak lebih aktif dalam proses belajar?

Musik dapat mengajak anak untuk tidak hanya mendengarkan, tetapi juga merespons.

Anak dapat bernyanyi, mengikuti ritme, bergerak, berinteraksi, mencoba, dan mengekspresikan dirinya.

Melalui pengalaman tersebut, anak memiliki kesempatan untuk terlibat secara lebih langsung dalam proses belajar.

Namun, pembelajaran aktif bukan sekadar membuat anak terus bergerak atau membuat kelas menjadi ramai.

Keterlibatan yang bermakna tetap membutuhkan tujuan, struktur, pendampingan guru, dan aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Ketika musik digunakan sebagai bagian dari pengalaman belajar yang terarah, anak dapat memiliki lebih banyak kesempatan untuk berpartisipasi.

Mereka tidak hanya menjadi penerima pembelajaran.

Mereka menjadi bagian dari prosesnya.

Di Kidsland Penagreen School Solo, pendekatan Music Based Learning menjadi salah satu cara untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aktif, kreatif, dan menyenangkan melalui keterhubungan antara musik, gerakan, interaksi, dan semangat Happy Learning.

Bagi anak, belajar bukan hanya tentang apa yang mereka dengar.

Belajar juga tentang apa yang mereka lakukan, rasakan, coba, dan alami.

 

 
 
 

Comments

Rated 0 out of 5 stars.
No ratings yet

Add a rating
bottom of page